Jumat, 10 Agustus 2012

Akibat Boros

      Sore itu Rina termenung di kamar. rina tidak sedang mengerjakan PR atu belajar, dia sedang menghitung uang tabungannya.
   "Kok tinggal segini?" gumamnya pelan.
  lusa ada acara ulang tahun temannya, tetapi Rina sedih karena uangnya tidak cukup untuk membeli kado.
   "Kalau aku minta uang pada mama atau papa, pasti mereka tidak membolehkan. kan mama dan papa selalu mengajarkan untuk berhemat..." gumam Rina, berusaha mencari ide.
   "Oh iya!"

     Rina nekat untuk mengambil uang dari celengannya yang berbentuk bebek, dengan seutas kawat ia mengambil uang dari celengan itu. kebiasaan buruk itu pun berlanjut. setiap ia membutuhkan uang, Rina pasti mengambil uang dari celengan bebek itu. bahkan hanya untuk membeli snack atau es krim favoritnya.
   Rina sangat menyesali perbuatannya. padahal, celengan bebek itu kan bukan miliknya sendiri, ia menabung bersama adiknya, Rania. sebenarnya, uang tabungan itu untuk membeli sepeda, karena setiap hari Rina dan adiknya, Rania pergi ke sekolah dengan berjalan kaki,
   "kalau Rania tidak mencatat uang tabungan, pasti aku tidak ketahuan," gumam Rina.
Sayangnya, Rania sangat teliti dan rajin menabung.

      Besoknya, di perjalanan saat menuju sekolah.
   "Kak, tabungannya sudah terkumpul lima ratus ribu. sebentar lagi kita bisa membeli sepeda kan?" kata Rania dengan semangat.
   "Iya, pasti uangnya cukup kok." kata Rina agak gugup. ia sedang memikirkan bagaimana cara agar ia bisa mengembalikan uang tabungan itu.

Sesampainya di sekolah.
   "Rin! sudah mengerjakan tugas dari bu Yuli belum?" kata Caca menepuk pundak Rina yang sedang melamun.
   "Eh, kamu Caca. bikin kaget aja! sudah dong, kamu?" Rina bertanya balik.
   "Belum selesai sih, PR nya sulit banget sih!" jawab Caca.
Tiba-tiba sebuah ide muncul di otak Rina.
   "kalau aku mengerjakan PR teman-teman dan meminta bayaran, pasti aku bisa mengembalikan uang tabungan itu!" kata Rina dalam hati. ia tersenyum senang dengan idenya.

      Sepulang sekolah, Rina asyik mengerjakan PR. ia mengerjakan PR teman-temannya. baru satu hari saja, ia sudah mendapat uang yang lumayan banyak.

   "Kenapa Rina lebih rajin daripada biasanya, ya?" gumam mama pelan. mama menghampiri Rina di kamar belajar.
   "Rin, sudah selesai belum PR nya? nanti sore bude datang." kata mama.
   "Bude datang? Wah, Asyik dong, ma!" kata Rina senang.
   "Bude juga akan memberikan kejutan sepeda baru lho!" kata mama tersenyum.
   "Kalau begitu, aku tidak usah mengerjakan PR teman-teman, dong, ma." kata Rina.
   "Hah?" mama tidak mengerti atas ucapan Rina.
   "Eng... enggak ma!" kata Rina terbata-bata. akhirnya, Rina pun berani menjelaskan semuanya.
   "Mama kecewa karena kamu berbohong dan membuat teman-teman mu malas, rin!" seru Mama agak sedih.
   "Iya ma, Rina minta Maaf." kata Rina.
   "Lagi bicara apaan sih?" tanya Rania yang tiba-tiba datang, adiknya yang satu ini memang mempunyai rasa ingin tahu yang besar.
   "Rania, maafkan kakak ya, kakak sudah mengambil uang tabungan itu diam-diam!" kata Rina pelan.
      Rina pun berjanji tidak akan boros lagi, dan akan meminta maaf kepada teman-temannya. memang tidak baik mencari uang dengan cara seperti itu.

THE END! Amanat : jadi, kita tidak boleh boros dan harus berhemat, ok!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar