Jumat, 10 Agustus 2012

Si peri batu


“Hahaha,,!” seru peri batu yang bernama Selin, ia terkenal dengan julukan ‘Naughty Fairy’ dan ia bangga dengan julukan itu (jangan ditiru ya).
“Selin! Apa sih maksud kamu! Kamu seharusnya menata semua batu!” seru peri Cherly, si peri bunga. Dari semua peri-peri, memang peri bunga yang paling terkenal, karena anak-anak yang belum diperbolehkan bekerja menjadi peri, sangat senang jika melihat peri bunga member warna pada bunga dengan mantranya.
“Salah sendiri, sok artis sih!” seru peri Selin yang sengaja meletakkan batu di depan peri Cherly agar ia tersandung.
“Sel, kalau kamu melakukan kerjaanmu dengan baik, kamu pasti bisa menjadi disukai semua orang. Kamu juga harus ramah..” nasihat peri Cherly.
“Omong kosong! Tidak ada yang menyukaiku di negeri fairy ini!” seru peri Selin, asyik memainkan tongkat sihirnya dan tiba-tiba beberapa batu kerikil mengenai kepala peri Cherly.
“Aduh!!”
“Ups, Sorry! Hahaha!” seru peri Selin seraya meninggalkan peri Cherly yang merintih kesakitan.
Peri Cherly menghentakkan kakinya ke tanah dengan kesal. “Apa salahku ke pada Selin sih? Apa dia iri sama aku?” gumamnya pelan.
                                                                                JJJJJ
“Hahaha! Saatnya menjaili para anak kecil itu!” seru Selin tersenyum jahil, sambil menatap para peri-peri kecil yang sedang bermain kotak pos. Ia pun membaca mantra. “Jahilajahiilaaabrakadabra!” gumamnya dalam hati. Dan saat itu juga sebuah batu terlempar menuju salah satu anak disitu, yang bernama Boni.
“Eh, kamu melempar aku pakai batu ya?!” seru Boni kepada salah satu temannya yang disebelahnya.
“Eh, enak aja. Enggak!” Plok! Batu terlempar lagi “Kamu kan, yang mukul kepalaku pakai batu?!”
“Fitnah ya kamu!”
Selin tertawa di balik pohon. “Hahha.. daripada Cuma dua aja yang bertengkar, langsung semua aja aku lemparin!” seru Selin. “jaiilaajiilaabrakadabra!” gumamnya.
Plok! Plok! Plok! Plok! Batu terlempar kepada semua anak-anak itu.
“Eh! Siapa yang ngelemparin aku pake batu!”
“Aku juga dilempar, nih! Kamu ya!!”
“Enggak! Kalian bohong kali! Apa kalian yang ngelempar aku??!”
“Hufttt anak kecil-anak kecil… selamat bertengkar yaa… byee..” kata peri Selin pelan, lalu ia tertawa puas karena sudah mengganggu anak-anak kecil.
                                                                                JJJJJ
Dear diary,
Aku senang hari ini, sama seperti kemarin-kemarin. Haha.. kejadian tadi sangat lucu bagiku. Dear, kamu mau tau gak, kenapa aku kesal dengan Cherly si peri bunga? Aku.. bukannya aku iri… aku merasa aku itu tak berguna di negeri ini. Untuk apa aku menata batu-batu dan lalu para anak kecil berlari-lari memberantakkan batu-batu itu lagi? Dan orang-orang terlihat sengaja menendang-nendang batu-batu yang sudah aku bereskan (kayaknya sih..). apa mereka tidak sengaja, atau… karena aku nakal? Aku kesal sekali sih! Jadi aku memutuskan untuk menjadi Naughty Fairy. Hm.. ya sudahlah! Bye, dear. Aku mau bobok dulu yahh…
Selin menutup buku diary nya. Ia pun terbang menuju ranjangnya, melepas sayapnya, dan tertidur lelap.
                                                                                JJJJJ
Pagi itu Selin sedang tidak bersemangat menjaili para peri, karena ia merasa lemas. Tapi, ia lebih merasa lemas lagi jika ia hanya berada di ranjang.
“resberesrebesbadakraba!” batu-batu pun dipindahkannya dengan rapi.
“Nah, gitu dong sel, rapi!” seru Cherly tersenyum, ia sedang berjalan-jalan dengan peri Gina, si peri gigi.



“Untuk apa kau disini, apa kamu mau memberantakkan batu-batu ini, hah? Karena kamu sudah memiliki banyak penghargaan ‘peri terkenal’! aku juga ingin! Peri gigi yang mendapatkan piala ‘penyembuh gigi nomor1’, peri obat yang mendapatkan piagam ‘penyelamat jiwa terbaik’, dan lain-lain! Aku juga ingiiin! Aku tak berguna disini!” seru Selin menahan tangis, dengan tenaganya yang tersisa, ia terbang menuju rumahnya.
“Sel! Selin! Bukan gitu maksudku! Kenapa sih?” kata Cherly pelan. peri gigi menggeleng tak mengerti.
                                                                                JJJJJ
“hiks hiks hiks… hu.. hu.. hiks..” Selin menangis dikamarnya. Ia mengunci rumahnya. “Aku.. aku.. emang nggak berguna.. untuk apa ada peri batu di negeri ini…? Hiks.. hiks..” Selin menangis terisak-isak. Ia pun semakin larut dalam kesedihannya .
                                                                                JJJJJ
“Ibu…! Ibu…! Ada apa ini! Saat aku bermain petak umpat, ada sebuah batu api datang entah dari mana?” kata seorang anak kepada ibunya, yaitu peri koki.
“ba… batu api…? Jangan jangan…” kata peri koki cemas.
                                                                                JJJJJ
“Ratu! Ada berita dari rakyat bahwa telah ada serangan dari musuh negeri fairy!” seru seorang pembantu ratu.
“Hah? Beritahu kepada rakya-rakyat! Siapa yang bisa melawan musuh kita itu dan menyelamatkan semua peri di negeri Fairy, akan mendapatkan mahkota emas dan akan menjadi peri terdekat ratu!” seru ratu.
“baik, yang mulia!”
                                                                                JJJJJ
“Siapa ya, yang bisa? Peri batu! Peri batu! Dia bisa melempar batu-batu itu!” seru peri Cherly, yang sedang berdiskusi dengan rakyat peri. Beberapa kerikil api datang lagi.
TOK!TOK!TOK!
“Seliiin! Keluarlah! Cepat!” seru Cherly.
“Untuk apa aku keluar?! Aku tak berguna!” seru Selin dari dalam rumahnya. Tangisnya meredda.
“Semua nyawa kita berada di tanganmu!” seru Cherly.
“Maksud mu?” Tanya Selin.
“Ada serangan batu api dari dari musuh negeri fairy! Keluarlah! Aku mohon… hanya kamu yang bisa menyelamatkan kami..” kata Cherly.
“Ini hanya percuma..” gumam Selin pelan. Ia termenung beberapa detik. 1. 2. 3. 4. 5…
“Apa keputusanmu, Selin?, please,, kita mohon!” Tanya warga-warga peri.
“Baiklah!” seru Selin pelan, padahal badannya masih lemas..
                                                                                JJJJJ
“Ayoo, Seliin!” seru peri-peri.
“jibalakaguuuhaaabadakabraibuuudaaarasalimaaa!!!!!” seru Selin mengerahkan seluruh kekuatannya. Seketika semua batu api-api itu pun terlempar kembali ke tempat musuh negeri fairy. Dan seketika ketika itu, Selin merasa semua tenaganya habis dan…
BRUK!
                                                                                JJJJJ
Selin melihat sekeliling. Para peri terlihat cemas. Ia pun duduk.
“Di mana aku..? bukannya aku tadi melawan musuh kita?” Tanya Selin.
“Musuh kita sudah kalah, sel. Ini semua berkat kamu!” Cherly menggenggam tangan Selin. “Makasih ya!”
“Oh iya, kamu berada di rumahku. Kamu kehabisan tenaga, ayo makan roti dan susu buata peri koki, dan minumlah obat ini. Aku baru saja membuatnya.” Kata peri obat lembut.
“Te,, terimakasih..” kata Selin. Ia pun memakan rotinya dengan lahap. Ia benar-benar lapa. Dan ia pun meneguk susunya. Hm… masakan peri koki memang paling top! Dan yang terakhir ia meminum obatnya. Obatnya rasanya seperti permen, enak sekali!
“Terimakasih semuanya..” kata Selin.
“Seharusnya kami yang berterimakasih kepadamu, Selin! Tanpa adanya kamu, negeri kita akan rusak, banyak peri yang tidak selamat! Terimakasih , selin. Sebagai gntinya, ini mahkota untukmu!” seru ratu yang tiba-tiba datang, dan memakaikan mahkota kepada Selin.
Selin tersipu.
“HIDUP SELIN! HIDUP SELIN! HIDUP SELIN!”
                                                                                JJJJJ
Sejak saat itu, peri batu tidak menjadi peri yang nakal lagi, ia menjadi bersemangat bekerja. Banyak anak-anak kecil menyukainya, sesekali anak-anak kecil itu membantu meletakkan batu-batu itu, meskipun anak-anak itu tidak memiliki mantra, dengan ikhlas mereka membantu memakai tangan kecilnya.
“Sel, sebenernya, kenapa kamu sekarang bahagia? Apakah karena kamu terkenal ?” Tanya peri bunga atau Cherly.
Selin menggeleng.
“Atau karena banyak anak-anak membantumu bekerja?” Tanya peri obat.
Selin menggeleng lagi.
“karena kamu menjadi peri terdekat ratu dan mendapat mahkota?” Tanya peri music.
Selin menggeleng yang ketiga kalinya.
“kalau gitu, karena apa, dong?” Tanya Cherly penasaran.
“Karena sekarang aku tahu, bahwa aku berguna untuk orang-orang.” Kata peri Selin tersenyum.



Akibat Boros

      Sore itu Rina termenung di kamar. rina tidak sedang mengerjakan PR atu belajar, dia sedang menghitung uang tabungannya.
   "Kok tinggal segini?" gumamnya pelan.
  lusa ada acara ulang tahun temannya, tetapi Rina sedih karena uangnya tidak cukup untuk membeli kado.
   "Kalau aku minta uang pada mama atau papa, pasti mereka tidak membolehkan. kan mama dan papa selalu mengajarkan untuk berhemat..." gumam Rina, berusaha mencari ide.
   "Oh iya!"

     Rina nekat untuk mengambil uang dari celengannya yang berbentuk bebek, dengan seutas kawat ia mengambil uang dari celengan itu. kebiasaan buruk itu pun berlanjut. setiap ia membutuhkan uang, Rina pasti mengambil uang dari celengan bebek itu. bahkan hanya untuk membeli snack atau es krim favoritnya.
   Rina sangat menyesali perbuatannya. padahal, celengan bebek itu kan bukan miliknya sendiri, ia menabung bersama adiknya, Rania. sebenarnya, uang tabungan itu untuk membeli sepeda, karena setiap hari Rina dan adiknya, Rania pergi ke sekolah dengan berjalan kaki,
   "kalau Rania tidak mencatat uang tabungan, pasti aku tidak ketahuan," gumam Rina.
Sayangnya, Rania sangat teliti dan rajin menabung.

      Besoknya, di perjalanan saat menuju sekolah.
   "Kak, tabungannya sudah terkumpul lima ratus ribu. sebentar lagi kita bisa membeli sepeda kan?" kata Rania dengan semangat.
   "Iya, pasti uangnya cukup kok." kata Rina agak gugup. ia sedang memikirkan bagaimana cara agar ia bisa mengembalikan uang tabungan itu.

Sesampainya di sekolah.
   "Rin! sudah mengerjakan tugas dari bu Yuli belum?" kata Caca menepuk pundak Rina yang sedang melamun.
   "Eh, kamu Caca. bikin kaget aja! sudah dong, kamu?" Rina bertanya balik.
   "Belum selesai sih, PR nya sulit banget sih!" jawab Caca.
Tiba-tiba sebuah ide muncul di otak Rina.
   "kalau aku mengerjakan PR teman-teman dan meminta bayaran, pasti aku bisa mengembalikan uang tabungan itu!" kata Rina dalam hati. ia tersenyum senang dengan idenya.

      Sepulang sekolah, Rina asyik mengerjakan PR. ia mengerjakan PR teman-temannya. baru satu hari saja, ia sudah mendapat uang yang lumayan banyak.

   "Kenapa Rina lebih rajin daripada biasanya, ya?" gumam mama pelan. mama menghampiri Rina di kamar belajar.
   "Rin, sudah selesai belum PR nya? nanti sore bude datang." kata mama.
   "Bude datang? Wah, Asyik dong, ma!" kata Rina senang.
   "Bude juga akan memberikan kejutan sepeda baru lho!" kata mama tersenyum.
   "Kalau begitu, aku tidak usah mengerjakan PR teman-teman, dong, ma." kata Rina.
   "Hah?" mama tidak mengerti atas ucapan Rina.
   "Eng... enggak ma!" kata Rina terbata-bata. akhirnya, Rina pun berani menjelaskan semuanya.
   "Mama kecewa karena kamu berbohong dan membuat teman-teman mu malas, rin!" seru Mama agak sedih.
   "Iya ma, Rina minta Maaf." kata Rina.
   "Lagi bicara apaan sih?" tanya Rania yang tiba-tiba datang, adiknya yang satu ini memang mempunyai rasa ingin tahu yang besar.
   "Rania, maafkan kakak ya, kakak sudah mengambil uang tabungan itu diam-diam!" kata Rina pelan.
      Rina pun berjanji tidak akan boros lagi, dan akan meminta maaf kepada teman-temannya. memang tidak baik mencari uang dengan cara seperti itu.

THE END! Amanat : jadi, kita tidak boleh boros dan harus berhemat, ok!

Kamis, 09 Agustus 2012

Lailatul Qadar


Amalan 10 hari terakhir ramadhan

1.     menghidupkan malam.
“Tidak pernah aku melihat beliau (Nabi SAW) melakukan ibadah pada malam hari hingga pagi harinya dan berpuasa selama satu bulan penuh kecuali di bulan Ramadhan.” (HR. Muslim)

2.      mandi antara Maghrib dan Isya.Ibnu Abi Hatim meriwayatkan dari Aisyah, ia berkata:

“Di bulan Ramadhan, Rasulullah biasanya tidur dan bangun malam, namun jika telah masuk sepuluh hari terakhir, beliau mengencangkan ikat pinggang, menjauhi istri-istrinya, dan mandi di waktu antara Magrib dan Isya.”

3.      Iktikaf.“Nabi SAW melakukan iktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan sampai beliau meninggal. Kemudian, istri-istrinya yang melakukan iktikaf sepeninggal beliau.” (HR. Bukhari-Muslim)

Keutamaan lailatul qadrAllah Swt berfirman dalam Alquran surat Al-Qadr ayat 1-5, “Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Alquran) saat Lailatul Qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah Lailatul Qadar itu? Lailatul qadar itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar. ”
surat Ad-Dukhaan ayat 3, “Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi.”surat Al-Baqarah ayat 185, “Bulan ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan Alquran. ““Barangsiapa melakukan qiyam (shalat) pada malam Lailatul Qadardengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).“Carilah Lailatul Qadar pada (bilangan) ganjil dari sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan.” (H.R.Bukhari, Muslim dan lain-lain). 

Tanda lailatul qadrNabi Saw bersabda: ”Sesungguhnya tanda-tanda Lailatul Qadar, bahwa malamnya bersih suci seolah-olah padanya bulan yang bersinar, tenang sunyi, tidak sejuk dan tidak panas, tiada ruang bagi bintang untuk timbul sehingga subuh, dan sesungguhnya tanda-tandanya matahari pada paginya terbit sama tiada baginya cahaya seperti bulan malam purnama tidak membenarkan untuk syaitan keluar pada hari itu.”Dalam Mu’jam At-Tabarani Al-Kabir Rasulullah Saw bersabda: ”Malam Lailatul Qadar itu bersih, tidak sejuk, tidak panas, tidak berawan, tidak hujan, tidak ada angin, tidak bersinar bintang dan tanda pada siangnya terbit matahari dan tiada cahaya (suram).”